Kamis, 08 Mei 2008

Diabetes mellitus (DM)


Diabetes mellitus (DM)


Definisi


Diabetes mellitus (DM) (dari kata Yunani διαβαίνειν, diabaínein, "tembus" atau "pancuran air", dan kata Latin mellitus, "rasa manis") yang umum dikenal sebagai kencing manis adalah penyakit yang ditandai dengan hiperglisemia (peningkatan kadar gula darah) yang terus-menerus dan bervariasi, terutama setelah makan. Sumber lain menyebutkan bahwa yang dimaksud dengan diabetes mellitus adalah keadaan hiperglikemia kronik disertai berbagai kelainan metabolik akibat gangguan hormonal, yang menimbulkan berbagai komplikasi kronik pada mata, ginjal, dan pembuluh darah, disertai lesi pada membran basalis dalam pemeriksaan dengan mikroskop elektron.

Semua jenis diabetes mellitus memiliki gejala yang mirip dan komplikasi pada tingkat lanjut. Hiperglisemia sendiri dapat menyebabkan dehidrasi dan ketoasidosis. Komplikasi jangka lama termasuk penyakit kardiovaskular (risiko ganda), kegagalan kronis ginjal (penyebab utama dialisis), kerusakan retina yang dapat menyebabkan kebutaan, serta kerusakan saraf yang dapat menyebabkan impotensi dan gangren dengan risiko amputasi. Komplikasi yang lebih serius lebih umum bila kontrol kadar gula darah buruk.

Penyebab

Pembentukan diabetes yang penting adalah dikarenakan kurangnya produksi insulin (diabetes mellitus tipe 1, yang pertama dikenal), atau kurang sensitifnya jaringan tubuh terhadap insulin (diabetes mellitus tipe 2, bentuk yang lebih umum). Selain itu, terdapat jenis diabetes mellitus yang juga disebabkan oleh resistansi insulin yang terjadi pada wanita hamil. Tipe 1 membutuhkan penyuntikan insulin, sedangkan tipe 2 diatasi dengan pengobatan oral dan hanya membutuhkan insulin bila obatnya tidak efektif. Diabetes mellitus pada kehamilan umumnya sembuh dengan sendirinya setelah persalinan.

Pemahaman dan partisipasi pasien sangat penting karena tingkat glukosa darah berubah terus, karena kesuksesan menjaga gula darah dalam batasan normal dapat mencegah terjadinya komplikasi diabetes. Faktor lainnya yang dapat mengurangi komplikasi adalah: berhenti merokok, mengoptimalkan kadar kolesterol, menjaga berat tubuh yang stabil, mengontrol tekanan darah tinggi, dan melakukan olah raga teratur.

Jenis


Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengakui tiga bentuk diabetes mellitus, yaitu tipe 1, tipe 2, dan diabetes gestasional (terjadi selama kehamilan)

Diabetes mellitus tipe 1

Diabetes mellitus tipe 1 — dulu disebut insulin-dependent diabetes (IDDM, "diabetes yang bergantung pada insulin"), atau diabetes anak-anak, dicirikan dengan hilangnya sel beta penghasil insulin pada pulau-pulau Langerhans pankreas sehingga terjadi kekurangan insulin pada tubuh. Diabetes tipe ini dapat diderita oleh anak-anak maupun orang dewasa.

Sampai saat ini diabetes tipe 1 tidak dapat dicegah. Diet dan olah raga tidak bisa menyembuhkan ataupun mencegah diabetes tipe 1. Kebanyakan penderita diabetes tipe 1 memiliki kesehatan dan berat badan yang baik saat penyakit ini mulai dideritanya. Selain itu, sensitivitas maupun respons tubuh terhadap insulin umumnya normal pada penderita diabetes tipe ini, terutama pada tahap awal.

Penyebab terbanyak dari kehilangan sel beta pada diabetes tipe 1 adalah kesalahan reaksi autoimunitas yang menghancurkan sel beta pankreas. Reaksi autoimunitas tersebut dapat dipicu oleh adanya infeksi pada tubuh.

Saat ini, diabetes tipe 1 hanya dapat diobati dengan menggunakan insulin, dengan pengawasan yang teliti terhadap tingkat glukosa darah melalui alat monitor pengujian darah. Pengobatan dasar diabetes tipe 1, bahkan untuk tahap paling awal sekalipun, adalah penggantian insulin. Tanpa insulin, ketosis dan diabetic ketoacidosis bisa menyebabkan koma bahkan bisa mengakibatkan kematian. Penekanan juga diberikan pada penyesuaian gaya hidup (diet dan olahraga). Terlepas dari pemberian injeksi pada umumnya, juga dimungkinkan pemberian insulin melalui pump, yang memungkinkan untuk pemberian masukan insulin 24 jam sehari pada tingkat dosis yang telah ditentukan, juga dimungkinkan pemberian dosis (a bolus) dari insulin yang dibutuhkan pada saat makan. Serta dimungkinkan juga untuk pemberian masukan insulin melalui "inhaled powder".

Perawatan diabetes tipe 1 harus berlanjut terus. Perawatan tidak akan mempengaruhi aktivitas-aktivitas normal apabila kesadaran yang cukup, perawatan yang tepat, dan kedisiplinan dalam pemeriksaan dan pengobatan dijalankan. Tingkat Glukosa rata-rata untuk pasien diabetes tipe 1 harus sedekat mungkin ke angka normal (80-120 mg/dl, 4-6 mmol/l). Beberapa dokter menyarankan sampai ke 140-150 mg/dl (7-7.5 mmol/l) untuk mereka yang bermasalah dengan angka yang lebih rendah. seperti "frequent hypoglycemic events". Angka di atas 200 mg/dl (10 mmol/l) seringkali diikuti dengan rasa tidak nyaman dan buang air kecil yang terlalu sering sehingga menyebabkan dehidrasi. Angka di atas 300 mg/dl (15 mmol/l) biasanya membutuhkan perawatan secepatnya dan dapat mengarah ke "ketoacidosis". Tingkat glukosa darah yang rendah, yang disebut hypoglycemia, dapat menyebabkan "seizures" atau seringnya kehilangan kesadaran.

Diabetes mellitus tipe 2

Diabetes mellitus tipe 2 — dulu disebut non-insulin-dependent diabetes mellitus (NIDDM, "diabetes yang tidak bergantung pada insulin") — terjadi karena kombinasi dari "kecacatan dalam produksi insulin" dan "resistensi terhadap insulin" atau "berkurangnya sensitifitas terhadap insulin"(adanya defek respon jaringan terhadap insulin)yang melibatkan reseptor insulin di membran sel. Pada tahap awal abnormalitas yang paling utama adalah berkurangnya sensitifitas terhadap insulin, yang ditandai dengan meningkatnya kadar insulin di dalam darah. Pada tahap ini, hiperglikemia dapat diatas dengan berbagai cara dan Obat Anti Diabetes yang dapat meningkatkan sensitifitas terhadap insulin atau mengurangi produksi glukosa dari hepar, namun semakin parah penyakit, sekresi insulinpun semakin berkurang, dan terapi dengan insulin kadang dibutuhkan. Ada beberapa teori yang menyebutkan penyebab pasti dan mekanisme terjadinya resistensi ini, namun obesitas sentral (fat concentrated around the waist in relation to abdominal organs, not it seems, subcutaneous fat) diketahui sebagai faktor predisposisi terjadinya resistensi terhadap insulin, mungkin dalam kaitan dengan pengeluaran dari adipokines ( nya suatu kelompok hormon) itu merusak toleransi glukosa. abdominal gemuk Adalah terutama aktip hormonally. Kegendutan ditemukan di kira-kira 90% dari pasien dunia dikembangkan mendiagnose dengan jenis 2 kencing manis. Lain faktor boleh meliputi mengeram dan sejarah keluarga, walaupun di dekade yang ter]akhir [itu] telah terus meningkat mulai untuk mempengaruhi anak remaja dan anak-anak.

Diabetes tipe 2 boleh pergi tak ketahuan bertahun-tahun dalam suatu pasien [sebelum/di depan] hasil diagnosa [sebagai/ketika] gejala yang kelihatan adalah secara khas lembut atau yang tidak ada,, tanpa ketoacidotic, dan dapat sporadis.. Bagaimanapun, kesulitan yang menjengkelkan dapat diakibatkan oleh jenis tak ketahuan 2 kencing manis, termasuk kegagalan yang berkenaan dengan ginjal, penyakit yang vaskuler ( termasuk penyakit nadi/jalan utama serangan jantung), visi merusakkan, dan lain lain

Diabetes Tipe 2 biasanya, awalnya, diobati dengan cara perubahan aktivitas fisik (biasanya peningkatan), diet (umumnya pengurangan asupan karbohidrat), dan lewat pengurangan berat badan. Ini dapat memugar kembali kepekaan hormon insulin, bahkan ketika kerugian berat/beban adalah rendah hati,, sebagai contoh, di sekitar 5 kg ( 10 sampai 15 lb), paling terutama ketika itu ada di deposito abdominal yang gemuk. Langkah yang berikutnya, jika perlu,, perawatan dengan lisan [[ antidiabetic drugs. [Sebagai/Ketika/Sebab] produksi hormon insulin adalah pengobatan pada awalnya tak terhalang, lisan ( sering yang digunakan di kombinasi) kaleng tetap digunakan untuk meningkatkan produksi hormon insulin ( e.g., sulfonylureas) dan mengatur pelepasan/release yang tidak sesuai tentang glukosa oleh hati ( dan menipis pembalasan hormon insulin sampai taraf tertentu ( e.g., metformin), dan pada hakekatnya menipis pembalasan hormon insulin ( e.g., thiazolidinediones). Jika ini gagal, ilmu pengobatan hormon insulin akan jadilah diperlukan untuk memelihara normal atau dekat tingkatan glukosa yang normal. Suatu cara hidup yang tertib tentang cek glukosa darah direkomendasikan dalam banyak kasus, paling terutama sekali dan perlu ketika mengambil kebanyakan pengobatan.

Diabetes mellitus gestasional

Kencing manis mellitus gestasional ( gestational kencing manis mellitus, GDM) juga melibatkan suatu kombinasi dari kemampuan reaksi dan pengeluaran hormon insulin yang tidak cukup, menirukan jenis 2 kencing manis di beberapa pengakuan. [Itu] kembang;kan selama kehamilan dan boleh meningkatkan atau menghilang lenyap setelah penyerahan. Sungguhpun mungkin saja penumpang sementara, gestational kencing manis boleh merusakkan kesehatan dari janin atau ibu, dan sekitar 20%–50% dari wanita-wanita dengan kencing manis gestational kembang;kan jenis 2 kencing manis kemudian (dalam) hidup.

Gestational kencing manis mellitus (GDM) terjadi di sekitar 2%–5% dari semua pregnancies. [Itu] adalah temporer dan secara penuh bisa perlakukan tetapi, tidak diperlakukan, boleh menyebabkan permasalahan dengan kehamilan, termasuk macrosomia ( kelahiran yang tinggi menimbang), bentuk cacad hal-hal janin dan penyakit jantung sejak lahir. [Itu] memerlukan pengawasan hati-hati yang medis sepanjang kehamilan.

Fetal/Neonatal resiko yang dihubungkan dengan GDM meliputi keganjilan sejak lahir seperti berhubungan dengan jantung, sistem nerves yang pusat, dan [sebagai/ketika/sebab] bentuk cacad otot. Yang ditingkatkan hormon insulin hal-hal janin boleh menghalangi sindrom kesusahan dan produksi surfactant penyebab hal-hal janin yang berhubung pernapasan. Hyperbilirubinemia boleh diakibatkan oleh pembinasaan sel darah yang merah. Di kasus yang menjengkelkan, perinatal kematian boleh terjadi, paling umum sebagai hasil kelimpahan placental yang lemah/miskin dalam kaitan dengan perusakan/pelemahan yang vaskuler. Induksi/Pelantikan mungkin ditandai dengan dikurangi placental fungsi. Bagian Cesarean mungkin dilakukan jika ditandai kesusahan hal-hal janin atau suatu ditingkatkan resiko dari luka-luka/kerugian dihubungkan dengan macrosomia, seperti bahu dystocia.

Gejala

Tiga serangkai yang klasik tentang gejala kencing manis adalah polyuria ( urination yang sering), polydipsia ( dahaga ditingkatkan dan masukan cairan sebagai akibat yang ditingkatkan) dan polyphagia ( selera yang ditingkatkan). Gejala ini boleh kembang;kan sungguh puasa diset dicetak 1, terutama sekali di anak-anak ( bulan atau minggu) tetapi mungkin sulit dipisahkan atau dengan sepenuhnya absen & & mdash; seperti halnya mengembang;kan jauh lebih pelan-pelan & mdash; diset dicetak 2. Diset dicetak 1 [di/ke] sana boleh juga jadilah kerugian berat/beban ( di samping normal atau yang ditingkatkan makan) dan kelelahan yang tidak dapat diperkecil lagi. Gejala ini boleh juga menjelma diset dicetak 2 kencing manis di pasien kencing manis siapa adalah dengan kurang baik dikendalikan. Gejala awalnya berhubungan dengan efek langsung dari kadar gula darah yang tinggi. Jika kadar gula darah sampai diatas 160-180 mg/dL, maka glukosa akan sampai ke air kemih. Jika kadarnya lebih tinggi lagi, ginjal akan membuang air tambahan untuk mengencerkan sejumlah besar glukosa yang hilang. Karena ginjal menghasilkan air kemih dalam jumlah yang berlebihan, maka penderita sering berkemih dalam jumlah yang banyak (poliuri).

Akibat poliuri maka penderita merasakan haus yang berlebihan sehingga banyak minum (polidipsi).

Sejumlah besar kalori hilang ke dalam air kemih, penderita mengalami penurunan berat badan. Untuk mengkompensasikan hal ini penderita seringkali merasakan lapar yang luar biasa sehingga banyak makan (polifagi).

Gejala lainnya adalah pandangan kabur, pusing, mual dan berkurangnya ketahanan selama melakukan olah raga. Penderita diabetes yang kurang terkontrol lebih peka terhadap infeksi.

Karena kekurangan insulin yang berat, maka sebelum menjalani pengobatan penderita diabetes tipe I hampir selalu mengalami penurunan berat badan. Sebagian besar penderita diabetes tipe II tidak mengalami penurunan berat badan.

Pada penderita diabetes tipe I, gejalanya timbul secara tiba-tiba dan bisa berkembang dengan cepat ke dalam suatu keadaan yang disebut dengan ketoasidosis diabetikum. Kadar gula di dalam darah adalah tinggi tetapi karena sebagian besar sel tidak dapat menggunakan gula tanpa insulin, maka sel-sel ini mengambil energi dari sumber yang lain. Sel lemak dipecah dan menghasilkan keton, yang merupakan senyawa kimia beracun yang bisa menyebabkan darah menjadi asam (ketoasidosis). Gejala awal dari ketoasidosis diabetikum adalah rasa haus dan berkemih yang berlebihan, mual, muntah, lelah dan nyeri perut (terutama pada anak-anak). Pernafasan menjadi dalam dan cepat karena tubuh berusaha untuk memperbaiki keasaman darah. Bau nafas penderita tercium seperti bau aseton. Tanpa pengobatan, ketoasidosis diabetikum bisa berkembang menjadi koma, kadang dalam waktu hanya beberapa jam.

Bahkan setelah mulai menjalani terapi insulin, penderita diabetes tipe I bisa mengalami ketoasidosis jika mereka melewatkan satu kali penyuntikan insulin atau mengalami stres akibat infeksi, kecelakann atau penyakit yang serius.

Penderita diabetes tipe II bisa tidak menunjukkan gejala-gejala semala beberapa tahun. Jika kekurangan insulin semakin parah, maka timbullah gejala yang berupa sering berkemih dan sering merasa haus. Jarang terjadi ketoasidosis. Jika kadar gula darah sangat tinggi (sampai lebih dari 1.000 mg/dL, biasanya terjadi akibat stres-misalnya infeksi atau obat-obatan), maka penderita akan mengalami dehidrasi berat, yang bisa menyebabkan kebingungan mental, pusing, kejang dan suatu keadaan yang disebut koma hiperglikemik-hiperosmolar non-ketotik.

Gejala awalnya berhubungan dengan efek langsung dari kadar gula darah yang tinggi. Jika kadar gula darah sampai diatas 160-180 mg/dL, maka glukosa akan sampai ke air kemih. Jika kadarnya lebih tinggi lagi, ginjal akan membuang air tambahan untuk mengencerkan sejumlah besar glukosa yang hilang. Karena ginjal menghasilkan air kemih dalam jumlah yang berlebihan, maka penderita sering berkemih dalam jumlah yang banyak (poliuri).

Akibat poliuri maka penderita merasakan haus yang berlebihan sehingga banyak minum (polidipsi).

Sejumlah besar kalori hilang ke dalam air kemih, penderita mengalami penurunan berat badan. Untuk mengkompensasikan hal ini penderita seringkali merasakan lapar yang luar biasa sehingga banyak makan (polifagi).

Gejala lainnya adalah pandangan kabur, pusing, mual dan berkurangnya ketahanan selama melakukan olah raga. Penderita diabetes yang kurang terkontrol lebih peka terhadap infeksi.

Karena kekurangan insulin yang berat, maka sebelum menjalani pengobatan penderita diabetes tipe I hampir selalu mengalami penurunan berat badan. Sebagian besar penderita diabetes tipe II tidak mengalami penurunan berat badan.

Pada penderita diabetes tipe I, gejalanya timbul secara tiba-tiba dan bisa berkembang dengan cepat ke dalam suatu keadaan yang disebut dengan ketoasidosis diabetikum. Kadar gula di dalam darah adalah tinggi tetapi karena sebagian besar sel tidak dapat menggunakan gula tanpa insulin, maka sel-sel ini mengambil energi dari sumber yang lain. Sel lemak dipecah dan menghasilkan keton, yang merupakan senyawa kimia beracun yang bisa menyebabkan darah menjadi asam (ketoasidosis). Gejala awal dari ketoasidosis diabetikum adalah rasa haus dan berkemih yang berlebihan, mual, muntah, lelah dan nyeri perut (terutama pada anak-anak). Pernafasan menjadi dalam dan cepat karena tubuh berusaha untuk memperbaiki keasaman darah. Bau nafas penderita tercium seperti bau aseton. Tanpa pengobatan, ketoasidosis diabetikum bisa berkembang menjadi koma, kadang dalam waktu hanya beberapa jam.

Bahkan setelah mulai menjalani terapi insulin, penderita diabetes tipe I bisa mengalami ketoasidosis jika mereka melewatkan satu kali penyuntikan insulin atau mengalami stres akibat infeksi, kecelakann atau penyakit yang serius.

Penderita diabetes tipe II bisa tidak menunjukkan gejala-gejala semala beberapa tahun. Jika kekurangan insulin semakin parah, maka timbullah gejala yang berupa sering berkemih dan sering merasa haus. Jarang terjadi ketoasidosis. Jika kadar gula darah sangat tinggi (sampai lebih dari 1.000 mg/dL, biasanya terjadi akibat stres-misalnya infeksi atau obat-obatan), maka penderita akan mengalami dehidrasi berat, yang bisa menyebabkan kebingungan mental, pusing, kejang dan suatu keadaan yang disebut koma hiperglikemik-hiperosmolar non-ketotik.

Hubungan Diabetes dan Puasa


Pasien yang cukup terkendali dengan pengaturan makan saja tidak mengalami kesulitan kalau berpuasa. Pasien yang cukup terkendali dengan obat dosis tunggal juga tidak mengalami kesulitan untuk berpuasa. Obat diberikan pada saat berbuka puasa. Untuk yang terkendali dengan obat hipoglikemik oral (OHO) dosis tinggi, obat diberikan dengan dosis sebelum berbuka lebih besar daripada dosis sahur. Untuk yang memakai insulin, dipakai insulin jangka menengah yang diberikan saat berbuka saja. Sedangkan pasien yang harus menggunakan insulin (DMTI) dosis multipel, dianjurkan untuk tidak berpuasa dalam bulan Ramadhan.

Referensi :

  1. IDF Chooses Blue Circle to Represent UN Resolution Campaign Unite for Diabetes, 17 March, 2006

  2. Diabetes mellitus, Wikipedia Bahasa Inggris (per 15 Februari 2007).

  3. World Health Organization Department of Noncommunicable Disease Surveillance. (1999). Definition, Diagnosis and Classification of Diabetes Mellitus and its Complications. (PDF)


Ginjal

Ginjal

Definisi

Ginjal adalah organ ekskresi dalam vertebrata yang berbentuk mirip kacang. Sebagai bagian dari sistem urin, ginjal berfungsi menyaring kotoran (terutama urea) dari darah dan membuangnya bersama dengan air dalam bentuk urin. Cabang dari kedokteran yang mempelajari ginjal dan penyakitnya disebut nefrologi.

Anatomi

Lokasi

Manusia memiliki sepasang ginjal yang terletak di belakang perut atau abdomen. Ginjal ini terletak di kanan dan kiri tulang belakang, di bawah hati dan limpa. Di bagian atas (superior) ginjal terdapat kelenjar adrenal (juga disebut kelenjar suprarenal).

Ginjal bersifat retroperitoneal, yang berarti terletak di belakang peritoneum yang melapisi rongga abdomen. Kedua ginjal terletak di sekitar vertebra T12 hingga L3. Ginjal kanan biasanya terletak sedikit di bawah ginjal kiri untuk memberi tempat untuk hati.

Sebagian dari bagian atas ginjal terlindungi oleh iga ke sebelas dan duabelas. Kedua ginjal dibungkus oleh dua lapisan lemak (lemak perirenal dan lemak pararenal) yang membantu meredam goncangan.

Struktur detail

Pada orang dewasa, setiap ginjal memiliki ukuran panjang sekitar 11 cm dan ketebalan 5 cm dengan berat sekitar 150 gram. Ginjal memiliki bentuk seperti kacang dengan lekukan yang menghadap ke dalam. Di tiap ginjal terdapat bukaan yang disebut hilus yang menghubungkan arteri renal, vena renal, dan ureter.

Organisasi

Bagian paling luar dari ginjal disebut korteks, bagian lebih dalam lagi disebut medulla. Bagian paling dalam disebut pelvis. Pada bagian medulla ginjal manusia dapat pula dilihat adanya piramida yang merupakan bukaan saluran pengumpul. Ginjal dibungkus oleh lapisan jaringan ikat longgar yang disebut kapsula.

Unit fungsional dasar dari ginjal adalah nefron yang dapat berjumlah lebih dari satu juta buah dalam satu ginjal normal manusia dewasa. Nefron berfungsi sebagai regulator air dan zat terlarut (terutama elektrolit) dalam tubuh dengan cara menyaring darah, kemudian mereabsorpsi cairan dan molekul yang masih diperlukan tubuh. Molekul dan sisa cairan lainnya akan dibuang. Reabsorpsi dan pembuangan dilakukan menggunakan mekanisme pertukaran lawan arus dan kotranspor. Hasil akhir yang kemudian diekskresikan disebut urin.

Sebuah nefron terdiri dari sebuah komponen penyaring yang disebut korpuskula (atau badan Malphigi) yang dilanjutkan oleh saluran-saluran (tubulus).

Setiap korpuskula mengandung gulungan kapiler darah yang disebut glomerulus yang berada dalam kapsula Bowman. Setiap glomerulus mendapat aliran darah dari arteri aferen. Dinding kapiler dari glomerulus memiliki pori-pori untuk filtrasi atau penyaringan. Darah dapat disaring melalui dinding epitelium tipis yang berpori dari glomerulus dan kapsula Bowman karena adanya tekanan dari darah yang mendorong plasma darah. Filtrat yang dihasilkan akan masuk ke dalan tubulus ginjal. Darah yang telah tersaring akan meninggalkan ginjal lewat arteri eferen.

Di antara darah dalam glomerulus dan ruangan berisi cairan dalam kapsula Bowman terdapat tiga lapisan:

  1. kapiler selapis sel endotelium pada glomerulus

  2. lapisan kaya protein sebagai membran dasar

  3. selapis sel epitel melapisi dinding kapsula Bowman (podosit)

Dengan bantuan tekanan, cairan dalan darah didorong keluar dari glomerulus, melewati ketiga lapisan tersebut dan masuk ke dalam ruangan dalam kapsula Bowman dalam bentuk filtrat glomerular.

Filtrat plasma darah tidak mengandung sel darah ataupun molekul protein yang besar. Protein dalam bentuk molekul kecil dapat ditemukan dalam filtrat ini. Darah manusia melewati ginjal sebanyak 350 kali setiap hari dengan laju 1,2 liter per menit, menghasilkan 125 cc filtrat glomerular per menitnya. Laju penyaringan glomerular ini digunakan untuk tes diagnosa fungsi ginjal.

Tubulus ginjal merupakan lanjutan dari kapsula Bowman. Bagian yang mengalirkan filtrat glomerular dari kapsula Bowman disebut tubulus konvulasi proksimal. Bagian selanjutnya adalah lengkung Henle yang bermuara pada tubulus konvulasi distal.

Lengkung Henle diberi nama berdasar penemunya yaitu Friedrich Gustav Jakob Henle di awal tahun 1860-an. Lengkung Henle menjaga gradien osmotik dalam pertukaran lawan arus yang digunakan untuk filtrasi. Sel yang melapisi tubulus memiliki banyak mitokondria yang menghasilkan ATP dan memungkinkan terjadinya transpor aktif untuk menyerap kembali glukosa, asam amino, dan berbagai ion mineral. Sebagian besar air (97.7%) dalam filtrat masuk ke dalam tubulus konvulasi dan tubulus kolektivus melalui osmosis.

Cairan mengalir dari tubulus konvulasi distal ke dalam sistem pengumpul yang terdiri dari:

  • tubulus penghubung

  • tubulus kolektivus kortikal

  • tubulus kloektivus medularis

Tempat lengkung Henle bersinggungan dengan arteri aferen disebut aparatus juxtaglomerular, mengandung macula densa dan sel juxtaglomerular. Sel juxtaglomerular adalah tempat terjadinya sintesis dan sekresi renin

Cairan menjadi makin kental di sepanjang tubulus dan saluran untuk membentuk urin, yang kemudian dibawa ke kandung kemih melewati ureter.

Fungsi homeostasis ginjal

Ginjal mengatur pH, konsentrasi ion mineral, dan komposisi air dalam darah. Ginjal mempertahankan pH plasma darah pada kisaran 7,4 melalui pertukaran ion hidronium dan hidroksil. Akibatnya, urin yang dihasilkan dapat bersifat asam pada pH 5 atau alkalis pada pH 8.

Kadar ion natrium dikendalikan melalui sebuah proses homeostasis yang melibatkan aldosteron untuk meningkatkan penyerapan ion natrium pada tubulus konvulasi.

Kenaikan atau penurunan tekanan osmotik darah karena kelebihan atau kekurangan air akan segera dideteksi oleh hipotalamus yang akan memberi sinyal pada kelenjar pituitari dengan umpan balik negatif. Kelenjar pituitari mensekresi hormon antidiuretik (vasopresin, untuk menekan sekresi air) sehingga terjadi perubahan tingkat absorpsi air pada tubulus ginjal. Akibatnya konsentrasi cairan jaringan akan kembali menjadi 98%.

Penyakit dan Keabnormalan

Bawaan

Didapat

Dialisis dan transplantasi ginjal

Umumnya, seseorang dapat hidup normal dengan hanya satu ginjal. Bila kedua ginjal tidak berfungsi normal, maka seseorang perlu mendapatkan suatu Terapi Pengganti Ginjal (TPG). TPG ini dapat dilakukan baik bersifat sementara waktu maupun terus-menerus. TPG terdiri atas tiga, yaitu: Hemodialisis (Cuci Darah), Peritoneal Dialisis (Cuci Rongga Perut) dan Cangkok Ginjal (transplantasi). Prinsip dasar dari Hemodialisis adalah dengan membersihkan darah dengan menggunakan Ginjal Buatan. Sedangkan Peritoneal dialisis menggunakan Selaput rongga perut (peritoneum) sebagai saringan antara darah dan cairan Dianial.

Transplantasi ginjal sekarang ini lumayan umum. Transplantasi yang berhasil pertama kali diumumkan pada 4 Maret 1954 di Rumah Sakit Peter Bent Brigham di Boston, Massachusetts. Operasi ini dilakukan oleh Dr. Joseph E. Murray, yang pada 1990 menerima Penghargaan Nobel dalam fisiologi atau kedokteran.

Transplantasi ginjal dapat dilakukan secara "cadaveric" (dari seseorang yang telah meninggal) atau dari donor yang masih hidup (biasanya anggota keluarga). Ada beberapa keuntungan untuk transplantasi dari donor yang masih hidup, termasuk kecocokan lebih bagus, donor dapat dites secara menyeluruh sebelum transplantasi dan ginjal tersebut cenderung memiliki jangka hidup yang lebih panjang

Sabtu, 03 Mei 2008

TOKSIK HEWANI

TOKSIK HEWANI


Oleh :


FITRIANI : 051101047

FITRI MAILANI : 051101035

FRANSISKA A.SINAGA : 051101059

FRISKA ANGELIA : 051101023

IWAN MATSUM : 051101025

JIHAN RABI’AL : 051101032

JUWARIAH : 051101029


PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN

FAKULTAS KEDOKTERAN

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

MEDAN

2007



Definisi Toksik Hewani

  • Bisa, venom, atau zootoksin (secara literal, "racun hewan") adalah semua jenis toksik yang yang digunakan oleh beberapa kelompok spesies hewan, untuk keperluan pertahanan dan berburu mangsa.. Bisa dibedakan dengan racun dengan definisi bahwa bisa adalah toksin biologis yang disuntikkan untuk menimbulkan efeknya, sedangkan racun adalah toksin biologis yang diserap melalui lapisan epitel (baik dari usus maupun melalui kulit).


Klasifikasi Toksik Hewan

  • Venom (Bisa Ular)

  • Bisa Laba-laba (Spider Venom)

  • Bisa Lebah (Bee Venom)

  • Bisa Kalajengking (Scorpion Venom)


Venom (Bisa Ular)

  • Ular adalah reptil yang tak berkaki dan bertubuh panjang. Ular memiliki sisik seperti kadal dan sama-sama digolongkan ke dalam reptil bersisik (Squamata).


Daya Toksik Bisa Ular

  • Bisa ular yang bersifat racun terhadap darah (hematoxic),

  • Bisa ular yang bersifat racun terhadap syaraf (neurotoxic),


Klasifikasi Ular

  • Secara umum ular bisa dikelompokkan menjadi ular berbisa dan ular tidak berbisa.

  • Ular berbisa terbagi menjadi 2 kelompok :

  • Viperidae

  • Colubridae

Suku Typhlopidae

  • Ular kawat (Rhamphotyphlops braminus)

Suku Cylindrophiidae

Ular kepala dua (Cylindrophis ruffus)

Suku Pythonidae

  • Ular sanca kembang (Python reticulatus)

  • ular peraca (P. curtus)

  • ular sanca hijau (Chondropython viridis)

Suku Acrochordidae

Ular karung (Acrochordus javanicus)

Suku Xenopeltidae

  • Ular pelangi (Xenopeltis unicolor)

Suku Coluribdae

  • ular siput (Pareas carinatus)

  • Ular-air pelangi (Enhydris enhydris)

  • Ular kadut belang(Homalopsis buccata)

  • Ular cecak (Lycodon aulicus)

  • Ular Gadung (Ahaetulla prasina)

  • Ular cincin emas (Boiga dendrophila)

  • Ular terbang (Chrysopelea paradisi)

  • ular tali (Dendrelaphis pictus)

  • Ular birang (Oligodon octolineatus)

  • Ular tikus atau Ular jali (Ptyas korros)

  • Ular babi (Elaphe flavolineata)

  • Ular serasah (Sibynophis geminatus)

  • Ular sapi (Zaocys carinatus)

  • Ular kisik (Xenochrophis vittatus)

  • Ular picung (Rhabdophis subminiata)

Suku Elapidae

  • ular cabai (Maticora intestinalis)

  • ular weling (Bungarus candidus)

  • Ular sendok(Naja spp.)

  • Ular king-cobra (Ophiophagus hannah)

  • suku Viperidae

  • ular bandotan puspo (Vipera russelli)

  • ular tanah (Calloselasma rhodostoma)

  • Ular bangkai laut (Trimeresurus albolabris)


Kandungan Yang Terdapat Dalam Bisa Ular

  • Enzim-enzim proteolitik

  • Fosfatidase

  • Neurotoksin

  • Enzim-enzim lain

  • Protease

  • Erepsin

  • Cholinesterase

Gejala-Gejala Akibat Gigitan Ular

  • Gejala-gejala hemorrhage (pendarahan) pada selaput tipis/ lendir pada rongga mulut, gusi, bibir, pada selaput lendir hidung, tengorokan atau dapat juga pada pori-pori kulit seluruh tubuh

  • Perdarahan alat dalam tubuh dapat kita lihat pada air kencing (urin) atau hematuria, yaitu perdarahan melalui saluran kencing.

  • Perdarahan pada alat saluran pencernaan seperti usus dan lambung dapat keluar melalui pelepasan (anus).

  • Gejala hemorrhage biasanya disertai keluhan pusing-pusing, menggigil, banyak keluar keringat, rasa haus, badan terasa lemah, denyut nadi kecil dan lemah, pernapasan pendek, dan akhirnya mati.


Pertolongan dan Pencegahan

  • Bila yang digigit anggota badan bagian bawah (kaki), maka antara luka gigitan dan jantung diikat keras-keras dengan tali atau kain atau kalau ada torniquet.

  • Tindakan melakukan ikatan pada pertolongan digigit ular harus didahulukan, karena penyebaran bisa ular itu cepat sekali melalui pembuluh darah limphe.

  • Tidurkan penderita dengan letak anggota yang kena gigit lebih rendah dari pada jantung.

  • Setelah dibuat ikatan, diatas luka gigitan kira-kira jarak 2 cm dari luka gigitan tersebut dibuat goresan pisau yang berbentuk silang, bila pada anggota bawah paha dalamnya ¼ inci dan bila di lengan 1/8 inci. Membuat luka goresan pisau (sayatan) harus hati-hati jangan sampai mengenai pembuluh besar.


  • Kemudian luka gigitan dibesarkan dengan membuat goresan yang menyerupai silang. Setelah dibesarkan, luka tersebut diperas kuat-kuat hingga darah keluar. Cara lain ialah dengan jalan diisap pakai mulut (mulut tidak boleh ada luka) dan darah yang telah diisap diludahkan, cara ini dilakukan berkali-kali. Penghisapan darah pada luka gigitan dapat pula dilakukan dengan menggunakan alat penghisap dari karet (bola karet yang dibelah dua), penghisapan dilakukan selama lima belas menit tiap-tiap satu jam.

  • Tali ikatan setiap ¼ jam harus dikendurkan dan bila diatas luka goresan pisau yang kedua dari goresan pertama pada luka gigitan yang dibesarkan timbul pembengkakan, maka diatas pembengkakan itu tersebut harus dibuat luka sayatan dengan jarak 2 cm.

  • Ikatan pertama harus dipindahkan kesebelah atas dari pembengkakan. Bila gigitan terdapat pada bagian badan atau pada kepala, maka yang ditekan dan dibuat goresan pencegahan penyebaran bisa, harus dilakukan menurut luka gigitan ular, biasanya pada anggota bawah paha/kaki atau pada lengan. Untuk memudahkan mengendurkan dan memindahkan tali ikatan, tali ikatan harus dibuat semacam torniquete. Bekas luka gigitan dan luka goresan pisau harus dirawat/ diobati, dicuci pakai obat pencuci hama seperti sol. Betadine atau jodium tinctur, larutan PK 0,1 %. Pengobatan selanjutnya diserahkan kepada dokter atau rumah sakit. Korban harus tenang atau tidak berteriak-teriak, karena ketidak tenangan akan mempersulit pertolongan dan menambah cepatnya penyebaran bisa disebabkan pengaruh cepatnya peredaran darah.


Bisa Laba-Laba (Spider Venom)



  • Laba-laba, atau disebut juga labah-labah, adalah sejenis hewan berbuku-buku (artropoda) dengan dua segmen tubuh, empat pasang kaki, tak bersayap dan tak memiliki mulut pengunyah. Semua jenis laba-laba digolongkan ke dalam ordo Araneae; dan bersama dengan kala jengking, kutu, caplak, dan kerabatnya --semuanya berkaki delapan-- dimasukkan ke dalam kelas Arachnida. Bidang studi mengenai laba-laba disebut arachnologi.


  • Tidak semua laba-laba membuat jaring untuk menangkap mangsa, akan tetapi semuanya mampu menghasilkan benang sutera, yakni helaian serat protein yang tipis namun kuat dari kelenjar (disebut spinneret) yang terletak di bagian belakang tubuhnya. Serat sutera ini amat berguna untuk membantu pergerakan laba-laba, berayun dari satu tempat ke tempat lain, menjerat mangsa, membuat kantung telur, melindungi lubang sarang, dan lain-lain.


  • Anatomi laba-laba :

  • empatpasangkaki

  • cephalothorax

  • opisthosoma


Klasifikasi Laba-Laba

  • Hingga sekarang, sekitar 40.000 spesies laba-laba telah ditemukan, dan digolong-golongkan ke dalam 111 suku

  • diyakini bahwa kemungkinan ragam jenis laba-laba seluruhnya dapat mencapai 200.000 spesies.

  • Ordo laba-laba terbagi atas tiga golongan besar pada aras subordo, yakni:

  • Mesothelae

  • Mygalomorphae atau Orthognatha

  • Araneomorphae


Jenis Laba-Laba


  • Laba-Laba Bolas

  • Laba-Laba Pintu Perangkap

  • Laba-Laba Kepiting

  • Laba-Laba Dinopis

  • Laba-Laba Skoloderus

  • Laba-Laba Portia

  • Laba-Laba Dolomedes

  • Laba-Laba Pasilobus

  • Benang Laba-laba

  • Laba-Laba Yang Menyerupai Roda

  • Laba-Laba Peludah


Pengaruh Toksik Bisa Laba-Laba

  • Laba-laba Latrodectus yang berbisa bersifat racun terhadap (Neurotoxic) dan dapat menyebabkan sakit (kolik) perut, pengeluaran keringat (berkeringat), gemetaran (tremor) dan kelemahan badan;

  • Laba-laba Loxosceles berbisa, bersifat merusak/ mematikan jaringan-jaringan kulit (Necrotic), dan menyebabkan kekurangan Oksigen pada tempat yang digigit (local ischemia) dan mengakibatkan luka tipis merata (ulceration).


Pengobatan dan Pertolongan

  • Keracunan karena digigit oleh laba-laba berbisa lactrodectus diberi suntikan atropine dan bila mungkin berikan suntikan calcium gluconate (intravenous)

  • Gigitan laba-laba yang mengakibatkan nekrotis kulit setempat, dapat dilakukan pengangkatan/ pembuangan kulit yang mati (incisie)

  • Rasa sakit dapat diberikan phetidine dan reaksi lokal (tempat gigitan), diberikan obat-obat yang mengandung cortison, seperti tablet kalmethason (prednison) dan Hydrocortison cream kulit


Bisa Lebah (Bee Venom)

  • Lebah merupakan sekelompok besar serangga yang dikenal karena suka hidup berkelompokm meskipun sebenarnya tidak semua lebah bersifat demikian. Semua lebah masuk dalam suku/ familia Apidae (orda hymenoptera/ serangga bersayap selaput). Di dunia terdapat kira-kira 20.000 spesies lebah dan dapat ditemukan di setiap benua, kecuali antartika.


Klasifikasi Lebah

  • Lebah madu adalah salah satu jenis serangga dari sekitar 20.000 spesies lebah. Saat ini ada sekitar tujuh spesies lebah madu yang dikenal dengan sekitar 44 subspesies. Semua spesies ini termasuk dalam genus apis. Mereka memproduksi dan menyimpan madu yang dihasilkan dari nektar bunga. Selain itu mereka juga membuat sarang dari lilin, yang dihasilkan oleh para lebah pekerja di koloni lebah madu

  • Apis Adreniformis

  • Terdiri atas :

  1. Apis cerana, atau lebah madu timur

  2. Apis dorsata, atau lebah madu raksasa

  3. Apis Florea, atau lebah madu kerdil

  4. Apis kochevnikovi

  5. Apis mellifera, atau lebah madu barat

  6. Apis migrocincta


Kandungan Yang Terdapat Dalam Bisa Lebah

  • Histamin

  • Phopholipase A

  • Hyaluronidiase

  • 5-Hydroxutryptamine

  • Mengandung kira-kira 10 mg histamin per gram


Gejala/ Pengaruh Bisa Lebah

  • Sakit pada kulit yang disengat, bengkak dan oedema lokal (bergelembung)

  • Pada orang yang sangat sensitif, reaksinya berlangsung secara lambat yang menimbulkan oedema (gelembung-gelembung) dan urticaria (kaligata) dengan kulit terkelupas (urticaria rash), kemudian diikuti dengan shock, pengembangan pembuluh darah (vasomotor) yang menyebabkan kolaps

  • Kadang-kadang banyak kencing dan mencret (diare)

  • Sengatan dikepala dan daerah tekuk dapat menyebabkan bahaya oedema (gelambung-gelembung) lokal yang dapat menimbulkan asphyxia (tidak bernapas/ mati suri)

  • Suatu kecuali, terjadi kegagalan bernapas dan kematian antara 20 menit

  • Sebagian besar sengatan lebah madu menyebabkan reaksi biasa (normal) seperti perasaan mual, muntah, dan pusing-pusing

  • Sakit kepala dan reaksi pada kulit dapat berlangsung beberapa hari.


Pencegahan, pengobatan dan pertolongan

  • Pencegahan

  • Apabila bekerja di luar rumah pastikan anda memakai baju berlengan panjang, celana panjang dan topi (pelindung kepala).

  • Pakaian bercorak bunga-bunga dan berwarna-warni akan menarik perhatian serangga himenoptera.

  • Pastikan anda tidak memakai bau-bauan atau minyak wangi atau bahan yang berbau kuat karena ini boleh menarik perhatian serangga himenoptera.

  • Pastikan makanan yang manis atau sisa makanan tidak berserakan karena ini akan menarik perhatian serangga himenoptera.

  • Apabila anda mengalami serangan lebah, pergerakan yang perlahan untuk mengelak lebih baik daripada pergerakan cepat untuk melarikan diri atau mencoba membunuh serangga tersebut.


  • Pengobatan

  1. Berikan injeksi adrenalin 0,5 ml (bawah kulit/ s.c), diikuti dengan pemberian Diphenhydramine 50 mg (bawah kulit/ s.c)

  2. Berikan per oral (diminum) Promethazin 50 mg

  3. Taruh es pada daerah yang disengat

  4. Untuk engobatan kolaps sirkulasi, berikan injeksi hydrocortison sodium succinate 100 mg intravena dan dapat diulangi bila perlu

  5. Asphyxia, disebabkan karena laryngeal oedema (gelembung-gelembung pada larynx, dokter adakalanya memerlukan pembedahan trachea)

  6. Untuk kejang brocho (brochospasm), berikan aminophilline 250 mg-500 mg melalui infus dan inhlasi oksigen.


  • Pertolongan

    • bekas luka sengatan diolesi dengan kapur sirih atau larutan amonia (amonia liquida)

    • bekas sengatan yang masih mengandung sengat (biasanya tertinggal dalam kulit/ patah, diangkat pakai penjepit/ pinset)

    • sengatan lebah madu biasanya lebih ringan dari tawon (wasp).


Bisa Kala Jengking (Scorpio Venom)

Skorpionida (kelompok kala jengking) merupakan hewan berbisa yang memmiliki segmen terakhir dari abdomen yang merupakan kelenjar racun (telson), pada mulut terdapat alat penjepit seperti catut(pedipalpus), dan semacam gigi (kelisera).


Klasifikasi kalajengking

  • Thelyphonus condutus (kalajengking)

  • Chelifer cancroides ( kala yang hidup ditumpukan buku-buku)

  • Mastigoproctus giganteus (kalajengking raksasa)


Penulis belum menemukan data yang lengkap mengenai racun kala jengking




KANDUNGAN ASAP ROKOK

KANDUNGAN ASAP ROKOK SERTA PENGARUHNYA TERHADAP KESEHATAN DAN LINGKUNGAN


Oleh :

ELY MASRIDAYANTI SIREGAR

DWI PUSPITA SARI

IWAN MATSUM

SAID JUANDA FADLI

SU’ADA MAYUDA BUGIS

YULI AZNI HP


PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN

FAKULTAS KEDOKTERAN

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

MEDAN

2007


ROKOK

  • hasil olahan tembakau terbungkus termasuk cerutu atau bentuk lainnya yang dihasilkan dari tanaman Nicotiana tabacum, Nicotiana rustica dan spesies lainnya atau sintetisnya yang mengandung nikotin dan tar dengan atau tanpa bahan tambahan.

  • salah satu zat adiktif yang bila digunakan mengakibatkan bahaya kesehatan bagi individu maupun masyarakat, oleh karena itu di perlukan berbagai kegiatan pengamanan rokok bagi kesehatan

  • Meliputi rokok kretek dan rokok putih.

  • silinder dari kertas berukuran panjang antara 70 hingga 120 mm (bervariasi tergantung negara) dengan diameter sekitar 10 mm yang berisi daun-daun tembakau yang telah dicacah.

  • Rokok dibakar pada salah satu ujungnya dan dibiarkan membara agar asapnya dapat dihirup lewat mulut pada ujung lain.


JENIS ROKOK

  • Ada dua jenis rokok, rokok yang berfilter dan tidak berfilter. Filter pada rokok terbuat dari bahan busa serabut sintetis yang berfungsi menyaring nikotin.


Kandungan Asap rokok

  • bahan radio aktif ( polonium-201)

  • bahan-bahan yang digunakan didalam cat (aceton)

  • pencuci lantai (ammonia )

  • obat Ngengat ( raphthlene )

  • racun serangga ( DDT )

  • racun anai-anai ( arsenik )

  • gas beracun ( hydrogencyanide ) yang digunakan dikamar gas maut bagi yang yang menjalani hukuman mati.

  • Dan lain-lain


Aspek kandungan asap rokok

Menurut WHO (World Health Organization) ternyata mengandung 4.000 zat kimia diantaranya ;

  • Polonium –201 (bahan radioaktif),

  • acetone (bahan pembuat cat),

  • ammonia (bahan untuk pencuci lantai),

  • napthalene (bahan kapur barus),

  • DDT & arsenic (yang biasa untuk racun serangga),

  • tar (bahan karsinogen penyebab kanker)

  • methanol (bahan bakar roket),


ASPEK KANDUNGAN ASAP ROKOK

  • nikotin (sebuah zat yang bisa menimbulkan kecanduan),

  • cadmium (digunakan untuk accu mobil),

  • vinyil chloride (bahan plastik PVC),

  • phenol bhutane (bahan bakar korek api),

  • hydrogen cyanida (gas beracun yang lazim digunakan di kamar eksekusi hukuman mati),

  • carbon monoxide (asap dari knalpot kendaraan) dsb


Komponen gas asap rokok


  • karbon monoksida ( CO)

sejenis gas yang tidak memiliki bau. Unsur ini dihasilkan oleh pembakaran yang tidak sempurna dari unsur zat arang atau karbon.

  • Ammonia

Merupakan gas yang tidak berwarna yang terdiri dari nitrogen dan hidrogen. Zat ini sangat tajam baunya dan sangat merangsang begitu kerasnya racun yang ada pada amonia sehingga kalau disuntikkan sedikit pun kepada peredaran darah akan mengakibatkan seseorang pingsan atau koma.

  • Nitrogen Oksida

Sejenis gas tidak berwarna dan bila terisap dapat menyebabkan hilangnya pertumbuhan dan mengakibatkan rasa sakit.

  • Formal Dehid

Sejenis gas tidak berwarna dan bau yang tajam.


Komponen gas asap rokok

  • Hidrogen syanida

  • Sejenis gas yang tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak memliki rasa


Partikel

  • Tar

Mengandung bahan kimia yang beracun sebahagian merusak sel paru-paru dan menyebabkan kanker/ karbinogen.

  • Nikotin

Adalah cairan berminyak yang tidak berwarna dan dapat membuat rasa perih yang sangat.. nikotin ini menghalangi kontraksi rasa lapar.

  • Fenol

Merupakan campuran dari kristal yang dihasilkan dari distilasi beberapa zat organik seperti kayu dan arang serta diperoleh dari tar arang. Zat ini beracun dan membahayakan, karena fenol ini terikat ke protein dan menghalangi aktivitas enzim.

  • Metanol

Sejenis cairan ringan yang mudah menguap dan mudah terbakar. Meminum atau menghisap metanol dapat mengakibatkan kebutaan dan bahkan kematian.


Dampak Asap Rokok

  • Terhadap Kesehatan

  • Penyakit jantung

  • Gangguan pembuluh darah

  • Kanker paru-paru

  • Kanker rongga mulut

  • Kanker laring

  • Kanker osefagus

  • Bronchitis

  • Tekanan darah tinggi

  • Impotensi

  • Gangguan kehamilan, dan

  • Cacat pada janin.

  • Terhadap lingkungan

  • Asap rokok dapat mengakibatkan pencemaran udara

  • Bungkus dan puntung rokok menjadi permasalahan sampah/ limbah

  • Puntung rokok yang masih menyala dapat menyebabkan kebakaran


USAHA PENAGGULANGAN TERHADAP DAMPAK ASAP ROKOK

  • Dari diri sendiri

  • Yaitu dengan cara :

    • Menyadari apa sebabnya anda merokok

    • Jangan merokok pada saat mengemudikan kendaraan

  • Dari ligkungan sekitar

Yaitu dengan cara :

  • Menghindarkan anak usia dini pada lingkungan perokok

  • Tidak merokk di tempat umum

  • Mengembangkan kemampuan masyarakat untuk berprilaku hidup sehat.

  • Dari pemerintah

membuat peraturan perundangan yaitu peraturan pemerintah tentang pengamanan rokok bagi kesehatan.